IKUTI
INFO PASISIRANCAK
  • 1 tahun yang lalu / info libur lebaran 2022 ekowisata penyu ampingparak: tiket masuk Rp10.000, sewa kano Rp25.000/30menit, sewa perahu listrik Rp150.000/jam
  • 1 tahun yang lalu / konservasi penyu ampingparak berencana realese 1.500 ekor tukik (anak penyu) saat libur lebaran 2022
  • 1 tahun yang lalu / Pokdarwis LPPL Amping Parak Sediakan Bibit Cemara Laut. Harga @15.000/batang
KISAH PASANG SURUT SILAT PASISIA

KISAH PASANG SURUT SILAT PASISIA

Oleh : Haridman - Kategori : Atraksi
25
Apr 2022

Laporan Haridman Kambang

Ismael akrab dipanggil Buyuang Nuruik (65) alias Buyuang Pandeka, adalah salah seorang pelestari silat harimau di Nagari Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Hingga kini dirumahnya di Pantiang Jua, Kampung Tebing Tinggi, kegiatan latihan silek masih berlangsung dengan rutin. Murid yang berlatih di sasaran atau gelanggangnya itu berasal dari berbagai kecamatan di Pesisir Selatan.

Ismael juga membuka sasaran di tempat lain. Bahkan awal bulan Juli 2012 lalu juga pernah membuka sasaran silek di kampung Koto Kandis. Nagari Kambang Timur. Sasaran silek atau galanggang yang dibukanya selama ini mengalami pasang surut seiring perubahan masa. Kadang ramai dikunjungi murid, kadang kala sasaran hanya dihadiri beberapa murid saja. Yang lebih mencemaskan ada sasaran bak kerakap tumbuh dibatu. Namun tidak jarang pula sasaran silek pada akhirnya ditinggalkan murid dan mati.

Jatuh bangun sasaran atau galanggang silek rupanya sudah menjadi hal lumrah bagi Ismael, soalnya kondisi dunia persilan memang seperti semenjak dahulunya. Namun demikian tidak menyurutkan niatnya untuk terus mempertahankan ilmu beladiri yang diwariskan nenek moyang itu. Ismael konsisten mempertahankan silek tuo atau silek harimau, meski ia juga menguasai silek luncu.

Ia menyebutkan, untuk membuka sasaran atau gelanggang silat, diperlukan semacam ritual, misalnya melimaui sasaran. Kemudian juga ada tradisi potong ayam dan mendarahi lapangan. Dulu menurut Ismael, bila ritual itu tidak dilaksanakan akan muncul berbagai kendala dalam operasionalnya, misal ganngguan dari mereka yang berniat jahat. Jika tidak dilaksanakan ritual itu, alamat sasaran atau galanggang menjadi kacau.

“Tradisi malimaui dan mendarahi sasaran denga darah ayam juga mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan mencelakai anak silek. Bahkan dulu, disetiap sasaran berpotensi dikunjungi inyiak balang. Jadi prosesi itu untuk berjaga jaga, atau ibarat pagar bagai sasaran,” katanya menjelaskan.

Hilang timbulnya, sasaran juga berkaitan dengan memudarnya semangat anak muda mendalami ilmu beladiri silek. Ada kalanya semangat itu menggebu gebu. Bila menggebu gebu maka sasaran akan menjadi ramai. Namun sebaliknya, maka sasaran akan sepi, hanya satu dua yang bertahan hingga tuntas.

Ismail panggilan Buyuang Nuruik guru silat harimau di Kambang
0 Komentar

Tinggalkan Balasan